Kalkulator BMI

Hitung Indeks Massa Tubuh (BMI) kamu dan temukan rentang berat badan sehat

cm
kg

Kategori BMI

KategoriRentang BMI
Sangat Kurus< 16
Kurus Sedang16 - 17
Kurus Ringan17 - 18.5
Normal18.5 - 25
Berat Badan Berlebih25 - 30
Obesitas Kelas I30 - 35
Obesitas Kelas II35 - 40
Obesitas Kelas III> 40

⚠️ BMI adalah alat skrining dan tidak mendiagnosis kesehatan. BMI tidak memperhitungkan massa otot, kepadatan tulang, atau komposisi tubuh. Konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk saran yang tepat.

Hitung Indeks Massa Tubuh (BMI) kamu secara instan dengan satuan metrik (kg/cm) atau imperial (lbs/ft). Dapatkan skor BMI, klasifikasi kategori berat badan (kurus, normal, berat badan berlebih, obesitas), dan rentang berat sehat yang sesuai berdasarkan standar WHO. Lihat posisi kamu di skala BMI dengan indikator visual dan temukan target berat ideal (BMI 22). Pahami kategori BMI dari sangat kurus (< 16) hingga obesitas kelas III (>= 40) beserta dampak kesehatannya. Semua perhitungan mengikuti rumus BMI standar: berat (kg) / tinggi (m) pangkat 2. Cocok untuk pemantauan kesehatan, menetapkan target kebugaran, konsultasi medis, dan aplikasi asuransi. Catatan: BMI hanya alat skrining dan tidak mempertimbangkan massa otot, kepadatan tulang, usia, atau etnis - konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk penilaian individual.

BMI (Body Mass Index) adalah nilai angka dari berat dan tinggi badan, digunakan sebagai alat skrining untuk mengelompokkan status berat badan. Rumusnya ditemukan oleh matematikawan Belgia Adolphe Quetelet pada 1832 (awalnya disebut Indeks Quetelet) saat meneliti fisika sosial, yaitu penerapan statistik pada karakteristik manusia. Istilah Body Mass Index dicetuskan oleh fisiolog Ancel Keys pada 1972. BMI dihitung: berat (kg) / [tinggi (m)] pangkat 2. Untuk satuan imperial: [berat (lbs) / tinggi (inch) pangkat 2] x 703. WHO menetapkan kategori BMI standar pada 1995: Kurus (< 18.5), Normal (18.5-24.9), Berat badan berlebih (25-29.9), Obesitas Kelas I (30-34.9), Kelas II (35-39.9), Kelas III (>= 40). BMI berkorelasi dengan persentase lemak tubuh dan risiko kesehatan: BMI tinggi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 (2-4x pada BMI 30+), penyakit kardiovaskular (2x pada BMI 30+), hipertensi, beberapa kanker, dan apnea tidur. Namun BMI punya batasan: tidak membedakan otot dari lemak (binaragawan bisa masuk kategori berat badan berlebih), tidak mempertimbangkan distribusi lemak (viseral vs subkutan), dan berbeda antar etnis - populasi Asia punya risiko lebih tinggi pada BMI lebih rendah, sehingga WHO merekomendasikan batas khusus untuk populasi Asia (berat badan berlebih pada 23, obesitas pada 27.5).

Skrining Kesehatan & Pemeriksaan Medis

Dokter memakai BMI sebagai alat skrining cepat saat pemeriksaan kesehatan tahunan untuk mengidentifikasi potensi risiko kesehatan terkait berat badan. BMI >= 30 memicu pemeriksaan tambahan untuk diabetes, hipertensi, dan kolesterol. Perusahaan asuransi memakai BMI untuk penilaian risiko dan perhitungan premi - sebagian mengenakan 10-50% lebih mahal untuk BMI >= 30.

Diet & Target Fitness

Tetapkan BMI awal sebelum mulai program diet atau olahraga. Pantau progres menuju rentang BMI sehat (18.5-24.9). Menurunkan 5-10% berat badan (biasanya 1-2 poin BMI) secara signifikan menurunkan risiko kesehatan meski masih di kategori berat badan berlebih. Target realistis: 0.5-1 kg (1-2 lbs) per minggu.

Perencanaan Kehamilan & Perawatan Prenatal

BMI sebelum hamil menentukan rekomendasi kenaikan berat: kurus (BMI < 18.5) 28-40 lbs, normal (18.5-24.9) 25-35 lbs, berat badan berlebih (25-29.9) 15-25 lbs, obesitas (>= 30) 11-20 lbs. BMI >= 30 meningkatkan risiko diabetes gestasional, preeklampsia, dan operasi caesar. Dokter memantau BMI selama kehamilan.

Olahraga & Performa Atlet

Atlet olahraga kelas berat (tinju, gulat, MMA) memakai BMI untuk memantau kategori. Namun BMI kurang akurat untuk atlet - otot lebih berat dari lemak, jadi atlet berotot sering masuk kategori berat badan berlebih (25-29.9) meski lemak tubuh rendah. Atlet sebaiknya memakai persentase lemak tubuh atau rasio pinggang-pinggul.

Dosis Obat & Anestesi

Beberapa obat butuh penyesuaian dosis berdasarkan BMI. Dokter anestesi memakai BMI untuk menghitung dosis anestesi dan menilai tingkat kesulitan intubasi. BMI >= 35 meningkatkan risiko operasi dan bisa membutuhkan peralatan khusus. Kelayakan operasi bariatrik biasanya BMI >= 40 atau BMI >= 35 dengan komorbiditas.

Syarat Militer & Pekerjaan

Cabang militer memiliki standar BMI: Angkatan Darat AS mensyaratkan BMI < 25 (atau lulus tes lemak tubuh jika lebih tinggi). Maskapai, polisi, dan pemadam kebakaran bisa memiliki syarat BMI untuk standar kebugaran. Beberapa negara memakai BMI untuk pemeriksaan medis visa - Selandia Baru mensyaratkan BMI < 35 untuk kategori visa tertentu.

Perhitungan BMI memakai rumus matematika sederhana: BMI = berat (kg) / [tinggi (m)] pangkat 2. Contoh, orang dengan berat 70 kg dan tinggi 1.75 m: BMI = 70 / (1.75 x 1.75) = 70 / 3.0625 = 22.9 (Normal). Untuk satuan imperial, rumusnya memakai faktor konversi: BMI = [berat (lbs) / tinggi (inch) pangkat 2] x 703. Contoh: 154 lbs, 5'9" (69 inch): BMI = (154 / 69^2) x 703 = (154 / 4,761) x 703 = 22.7. Faktor 703 berasal dari konversi pound ke kilogram (/ 2.205) dan inch ke meter (/ 39.37), lalu dikuadratkan: (39.37^2 / 2.205) sekitar 703. Setelah BMI dihitung, nilainya dibandingkan dengan kategori WHO: < 16 (Sangat Kurus), 16-16.9 (Kurus Sedang), 17-18.4 (Kurus Ringan), 18.5-24.9 (Normal), 25-29.9 (Berat Badan Berlebih), 30-34.9 (Obesitas Kelas I), 35-39.9 (Obesitas Kelas II), >= 40 (Obesitas Kelas III). Rentang berat sehat dihitung dengan menyelesaikan rumus BMI untuk berat pada BMI 18.5 dan 24.9: Berat min = 18.5 x tinggi^2 (m), Berat maks = 24.9 x tinggi^2 (m). Berat ideal memakai BMI 22 (tengah rentang sehat): Ideal = 22 x tinggi^2 (m). Untuk tinggi 1.75 m: Min = 18.5 x 3.0625 = 56.7 kg, Maks = 24.9 x 3.0625 = 76.3 kg, Ideal = 22 x 3.0625 = 67.4 kg. BMI tidak mengukur lemak tubuh secara langsung - ini adalah indikator berdasarkan studi populasi yang menunjukkan korelasi antara BMI dan persentase lemak tubuh (r = 0.7-0.8). Untuk komposisi tubuh yang akurat, gunakan pemindaian DEXA, bioelectrical impedance, atau kaliper lipatan kulit.

Rentang BMI< 18.518.5 - 24.925 - 29.9>= 30
Risiko KesehatanMalnutrisi, osteoporosis, anemiaRisiko terendah (acuan)Risiko sedang (1.5x acuan)Risiko tinggi (2-4x acuan)
Risiko Diabetes Tipe 2RendahAcuan (1x)Naik 2xNaik 4-7x
Penyakit KardiovaskularMeningkat (malnutrisi)Acuan (1x)Naik 1.5xNaik 2-3x
Dampak pada Harapan Hidup-4 sampai -6 tahunAcuan (paling panjang)-1 sampai -3 tahun-5 sampai -10 tahun (Kelas III)
Tindakan DisarankanTambah berat, konsultasi dokterPertahankan berat sekarangTurunkan 5-10% berat badanPengawasan medis, turunkan 10%+
Batas Khusus Populasi Asia< 18.5 (sama)18.5 - 22.9 (lebih rendah)23 - 27.4 (lebih rendah)>= 27.5 (lebih rendah)

Kalkulator BMI kami memakai rumus standar WHO dengan presisi dua angka desimal. Perhitungannya akurat secara matematis, tetapi BMI punya batasan sebagai metrik kesehatan. BMI tidak mempertimbangkan: (1) Massa otot - binaragawan dan atlet sering punya BMI berat badan berlebih atau obesitas meski lemak tubuh rendah. Arnold Schwarzenegger saat puncak memiliki BMI 30+ (obesitas) dengan 5% lemak tubuh. (2) Usia - orang tua kehilangan otot dan bertambah lemak, jadi BMI yang sama di usia 70 vs 30 berarti komposisi tubuh berbeda. (3) Jenis kelamin - perempuan secara alami punya 6-11% lemak tubuh lebih tinggi dibanding pria pada BMI yang sama. (4) Etnis - populasi Asia punya risiko lebih tinggi pada BMI lebih rendah; penduduk Kepulauan Pasifik punya risiko lebih rendah pada BMI lebih tinggi. (5) Distribusi lemak - lemak visceral (di sekitar organ) lebih berbahaya dibanding lemak subkutan, tetapi BMI tidak membedakan. (6) Kepadatan tulang - orang dengan tulang padat bisa lebih berat tanpa risiko kesehatan meningkat. Untuk penilaian kesehatan yang lebih akurat, gabungkan BMI dengan: lingkar pinggang (pria > 102 cm / 40 in, wanita > 88 cm / 35 in menunjukkan risiko tinggi), rasio pinggang-pinggul (> 0.90 pria, > 0.85 wanita = risiko tinggi), persentase lemak tubuh (pria 18-24%, wanita 25-31% = sehat), dan tes darah (glukosa, kolesterol, tekanan darah). BMI paling baik dipakai sebagai alat skrining populasi, bukan alat diagnosis individu.

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Berapa BMI sehat untuk usia dan jenis kelamin?
Rentang BMI sehat standar WHO (18.5-24.9) berlaku untuk dewasa 18-65 tanpa memandang jenis kelamin. Namun perempuan secara alami punya 6-11% lemak tubuh lebih tinggi dibanding pria pada BMI yang sama. Untuk lansia (65+), BMI sedikit lebih tinggi (23-27) bisa lebih sehat - studi menunjukkan mortalitas terendah pada BMI 25-27 untuk lansia. Anak dan remaja memakai persentil BMI berdasarkan usia dan jenis kelamin, bukan kategori dewasa. Untuk populasi Asia, rentang sehat 18.5-22.9 karena risiko kesehatan lebih tinggi pada BMI rendah.
Apakah BMI akurat untuk atlet dan orang berotot?
Tidak. BMI tidak akurat untuk atlet dan orang sangat berotot. Otot lebih berat dari lemak, sehingga binaragawan, pemain rugby, dan atlet kekuatan sering memiliki BMI berat badan berlebih (25-29.9) atau obesitas (30+) meski lemak tubuh rendah (8-15%). Contoh, running back NFL rata-rata BMI 30.5 dengan 10% lemak tubuh. Atlet sebaiknya memakai persentase lemak tubuh (pria < 18%, wanita < 25% = atletis) atau rasio pinggang-pinggul daripada BMI.
Berapa berat ideal untuk tinggi saya?
Untuk BMI sehat (18.5-24.9), hitung: Berat min = 18.5 x tinggi^2 (meter), Berat maks = 24.9 x tinggi^2 (meter). Contoh: 5'5" (1.65 m): 50.3-67.6 kg (111-149 lbs). 5'9" (1.75 m): 56.7-76.3 kg (125-168 lbs). 6'0" (1.83 m): 62.0-83.4 kg (137-184 lbs). Berat ideal (BMI 22): 22 x tinggi^2 (meter). Ini hanya panduan - berat ideal tiap orang berbeda tergantung massa otot, ukuran rangka, dan komposisi tubuh.
BMI berapa yang dianggap obesitas?
BMI >= 30 diklasifikasikan sebagai obesitas menurut standar WHO. Obesitas dibagi lagi: Kelas I (30-34.9), Kelas II (35-39.9), Kelas III (>= 40, disebut juga obesitas berat). Obesitas meningkatkan risiko kesehatan: diabetes tipe 2 (4-7x lebih tinggi), penyakit jantung (2-3x), stroke (2x), beberapa kanker (1.5-2x), apnea tidur (4x), dan osteoartritis (4-5x). Obesitas Kelas III menurunkan harapan hidup 8-10 tahun. Untuk populasi Asia, obesitas mulai pada BMI >= 27.5.
Apakah BMI bisa berbeda untuk etnis berbeda?
Ya. WHO merekomendasikan batas BMI khusus untuk populasi Asia karena persentase lemak tubuh dan risiko kesehatan lebih tinggi pada BMI rendah. Batas Asia: berat badan berlebih >= 23 (vs 25), obesitas >= 27.5 (vs 30). Studi menunjukkan orang Asia berkembang diabetes tipe 2 pada BMI 23-24, sementara Kaukasia pada BMI 30+. Sebaliknya, penduduk Kepulauan Pasifik dan Polinesia punya risiko lebih rendah pada BMI tinggi karena massa otot dan kepadatan tulang lebih besar. Populasi kulit hitam punya lemak tubuh lebih rendah pada BMI yang sama dibanding populasi kulit putih.
Bagaimana menurunkan BMI dengan aman?
Penurunan berat yang aman: 0.5-1 kg (1-2 lbs) per minggu melalui defisit kalori 500-1.000 kalori/hari. Gabungkan diet (kurangi 300-500 kalori) dan olahraga (bakar 200-500 kalori). Untuk menurunkan 1 poin BMI (biasanya 2-3 kg), kamu butuh defisit total 15.000-21.000 kalori (7.700 kalori per kg lemak). Fokus pada: makanan utuh, protein tanpa lemak (1.6-2.2 g/kg berat badan), sayur, kurangi makanan olahan dan gula. Olahraga: 150-300 menit kardio intensitas sedang per minggu plus latihan kekuatan 2-3x/minggu. Hindari diet ekstrem (< 1.200 kalori/hari) karena menyebabkan kehilangan otot dan metabolisme melambat. Konsultasikan dokter jika BMI >= 35 atau kamu punya kondisi kesehatan.
Apa beda BMI dan persentase lemak tubuh?
BMI adalah rasio berat terhadap tinggi (tidak mengukur lemak secara langsung). Persentase lemak tubuh adalah proporsi massa lemak terhadap total berat badan (diukur dengan DEXA, bioelectrical impedance, atau kaliper). Dua orang dengan BMI sama bisa memiliki lemak tubuh yang sangat berbeda: atlet berotot dengan BMI 27 bisa punya 12% lemak tubuh (sehat), sementara orang kurang aktif dengan BMI 27 bisa punya 30% lemak tubuh (risiko tinggi). Lemak tubuh sehat: pria 10-20% (atlet 6-13%), wanita 18-28% (atlet 14-20%). Persentase lemak tubuh lebih akurat untuk penilaian kesehatan tetapi lebih sulit diukur daripada BMI.